Saturday, October 23, 2004

menjelang weekend setelah uts..

kacung kampret.. kacung kampret.. kacung kampret..
kacung kampret, ning pasar ngutil ceret..
ditangkepe ning polisi, telung dina mlebhu bui..
sambate,aduh... biyung!!

[ni lagu dari eyang gw, pemain violin yang suka bgt bikin lagu, salah satunya ya lagu aneh ini. ]


hari ini apa ya?? Mmm.. UTS PDPT English for Academic Purposes!! Lumayan gampang lah buat ukuran mahasiswa jebolan SPMB yang ga pernah belajar kalo ujian bahasa inggris. Soalnya banyak, ada yang ga penting, kya bukan soal ujian, masa ada part "underlining irrelevant sentences", kaya maen gambar "serupa tapi tak sama", haha!!

Tadi terjadi sesuatu yang cukup ajaib, gw dari kampus jam 5 sore, mo ke strada, mo latian THS, langit mendung banget, angin dingin n kenceng kya udah 99% mo ujan. Gw naek motor, buru2 bgt, ampe kga pake jaket, ngebut!! [average speed: 90 km/h], ngga nabrak, ngga nyerempet, nyampe tempat tujuan 15 menit kemudian, langit masih mendung. Acaranya mulai, ada doa rosario, gw berdoa ujudnya biar ga ujan, soalnya kalo ujan pasti kuyup pas latian. tambahan: gw ga bawa pakaian ganti+underwear. God, pLis don't rain!! Ternyata Dia mengabulkan doa gw!! Ga ujan, malah malem ini gw bisa ngeliat bintang. Ga tau apa maksudnya, yang tadinya mendung, trus tiba2 cerah meriah. Mungkin dia punya rencana yang gw ga ngerti..

Gw inget ada orang [lupa namanya] bilang kya gini,"Ketika kita ingat betapa sulitnya untuk mengubah diri kita sendiri, kita mulai mengerti betapa kecil peluang yang kita miliki untuk mengubah orang lain."

Gw punya temen yang sifatnya unik, dia tidak mau berubah!! Berubah dalam hal2 yang menurutnya sangat prinsip tentunya.. Bahkan untuk merubah pandangannya mengenai acara kemping SMA yang sifatnya rekreatif! Semua yang ia miliki ia yakini bahwa itu adalah anugerah Tuhan yang tidak boleh dirusak. Dengan perubahan, maka kemungkinan rusak akan semakin besar, karena setahu dia, manusia adalah sumber kerusakan. Waktu itu gw mikir mungkin dia salah baca buku ato salah persepsi tentang hal ini. Menurut gw, dalam setiap perubahan, ada pilihan. Entah pilihan yang harus kita pilih, atau memang ada yang memilihkan untuk kita. Dan setiap pilihan tadi punya sesuatu perubahan yang lebih dalam lagi, yaitu kita memperbaiki pandangan kita dalam melihat perubahan yang merusak atau membangun serta membedakan keduanya. Logikanya, apabila kita tidak mau berubah dan membuat pilihan, kita tidak akan melihat adanya kemungkinan untuk membangun diri kita dari perubahan yang ada. Setelah denger penjelasan gw tadi, dia menjawab,"manusia berubah karena terpaksa kan? Kalo dia berubah, berarti dia akan menjadi budak dari sebuah "paksaan" seumur hidupnya" Gw ga nyangka ternyata dalam pikirannya udah punya konsep yang mantep dalam hal ini. Gw ga jawab lg, karena dia ngga mau ikut kegiatan yang gw tawarin, ya udah gw tinggalin aja. Sekarang udah ga kontek2an sama dia lagi...

0 Comments:

Post a Comment

<< Home