Wednesday, December 29, 2004

Hidup Untuk Memilih, dan Memilih Untuk Hidup

Ini pemikiran gw, yang juga gw kirim buat dosen gw, baca deh, mungkin bisa dapet inspirasi ato ilham??!!

Dalam hidup sehari-hari kita sering dihadapkan dalam pilihan, ada bermacam-macam pilihan yang ditwarkan. Beragam variasi baik pilihan dalam hal kualitas, seperti memilih makanan untuk dikonsumsi pada waktu makan, dalam hal kuantitas seperti banyak biaya telepon genggam yang akan dikeluarkan setiap bulannya. Seakan-akan kita hidup seperti dadu yang memliki banyak kemungkinan untuk dipilih namun hanya satu yang pada akhirnya menjadi keputusan kita.

Setiap pilihan diawali dengan sebuah masalah dan diakhiri dengan solusi. Sejak kita bangun pagi, kita dihadapkan pada masalah tentang rencana pada hari itu. Akankah kita ke kantor hari ini, atau pergi berlibur, ataukah hanya diam di tempat tidur, dan banyak pilihan lainnya. Inti masalahnya adalah kita dihadapkan pada beragam pilihan, mungkin 2 macam atau mungkin lebih. Pilihan tadi merupakan kunci penyelesaian masalah, ketika kita memutuskan untuk memilih salah satu dari pilihan yang ditawarkan, kita berpindah status dari kondisi bermasalah menuju kondisi tidak bermasalah, dengan ditemukannya suatu solusi. Pengambilan keputusan merupakan suatu momentum untuk mengakhiri sebuah masalah dan menemukan sebuah solusi.

Pilihan dalam hidup kita dapat diartikan sebagai sebuah kesempatan. Keseluruhan hidup kita, mulai dari masa embrio sampai kita mati merupakan sebuah kesempatan. Kesempatan yang ada membuka beragam pilihan pada kita. Setiap manusia yang hidup memiliki minimal satu kesempatan, yaitu untuk hidup, dan dari satu kesempatan dapat ditemukan beragam pilihan. Jadi pilihan adalah bagian dari kesempatan, tanpa sebuah kesempatan/peluang tertentu, kita tidak akan dihadapkan pada pilihan tertentu pula.

Ada 2 macam pilihan menurut cara pilihan tersebut datang pada kita. Ada pilihan yang sengaja kita datangkan dan ada juga yang tidak sengaja kita datangkan. Contoh pilihan yang sengaja kita datangkan misalnya kita sengaja untuk mendapatkan Indeks Prestasi Kumulatif yang tinggi, sehingga kita mendapatkan pilihan mata kuliah yang lebih banyak. Ada kalanya kita dihadapkan pada pilihan yang datang dengan sendirinya, misalnya mobil kita mogok di tengah jalan, dan hal tersebut tidak disengaja. Hal ini membuat kita harus memilih tindakan yang akan dilakukan. Meminta bantuan orang di sekitar lokasi, mencari bengkel, menelpon kerabat, dan sebagainya.

Suatu keputusan terhadap pilihan pasti akan mendatangkan pilihan baru dan menghilangkan pilihan tertentu. Dalam hal mendatangkan pilihan baru, pilihan baru akan datang seiring kita memutuskan pilihan sebelumnya, namun juga terdapat pilihan yang hilang. Misalnya kita ingin pergi berlibur dan ada dua pilihan antara Bali dan Lombok. Bila kita memilih untuk pergi ke Bali, pilihan barunya adalah cara untuk sampai di lokasi dengan nyaman dan aman. Pilihan yang hilang misalnya pilihan tempat menginap di Lombok, dan pilihan lain yang mengikutinya misalnya apa saja oleh-oleh yang ingin dibeli di Lombok. Manusia harus siap akan pilihan yang diambil, karena datangnya pilihan baru dan hilangnya pilihan merupakan konsekuensi dari pilihan.

Pilihan selalu memunculkan konsekuensi yang setara dengan bobot pilihannya. Konsekuensi pilihan berbanding lurus dengan bobot (kualitas) pilihannya. Konsekuensi pilihan seorang presiden Amerika Serikat akan jauh berbeda dengan konsekuensi pilihan tukang koran di Jakarta. Hal ini disebabkan adanya perbedaan bobot pilihan yang juga menyangkut dengan status dan peranan individu yang membuat pilihan. Semakin besar bobot pilihannya, makin besar konsekuensinya.

Pengambilan keputusan tidak sepenuhnya atas dasar keterlibatan diri sendiri, namun juga ada keterlibatan lingkungan dalam prosesnya. Kadang kita bingung untuk memilih karena kita membedakan antara pilihan yang benar dan salah. Misalnya dalam ujian pilihan benar-salah, kita harus memilih salah satu dari pilihannya. Kebenaran jawaban kita tidak tergantung dari diri sendiri, namun lingkungan dan masyarakat juga berperan. Secara tidak langsung pilihan kita dipengaruhi oleh lingkungan kita. Kebenaran merupakan hal yang relatif, tergantung pada diri kita dan lingkungan tempat kita berada.

Dari setiap pilihan ada konsep sederhana yang merupakan intisari dari berbagai pilihan. Seperti gejala alam, panas-dingin, siang-malam, utara-selatan, konsep sederhana pilihan bersumber pada 2 hal yang berlawanan. Tidak ada pilhan yang sama persis, meskipun terkadang terdapat hal yang rancu, misalnya pilihan untuk mendapat sejumlah uang bernilai sama, dalam mata uang yang berbeda. Dengan demikian muncul dua pilihan mata uang, dalam nilai yang sama. Kedua pilihan tersebut memiliki unsur pokok yang saling berlawanan. Dalam contoh mata uang Pound sterling tidak bisa digunakan pada transaksi sehari-hari di Indonesia, tidak seperti Rupiah. Itulah contoh unsur pokok yang berbeda dari sebuah pilihan, yang membedakan dengan jelas antara pilihan yang satu dengan yang lain.

Maksud dari konsep sederhana tersebut adalah, setiap pilihan pasti bisa disederhanakan menjadi 2 macam pilihan. Bahkan dari ribuan pilihan dalam memilih berpakaian, hanya ada 2 pilihan, antara memakai pilihan atau tidak, meskipun banyak pilihan selanjutnya yang akan datang setelah pengambilan keputusan. Setiap pilihan yang disederhanakan dapat dijawab dengan “Ya” dan “Tidak”. Penyederhanaan pilihan ini dimaksudkan untuk pengambilan keputusan secara tegas dan tajam, sehingga konsekuensinya pun dapat diketahui secara bertahap, yang kemudian dapat diantisipasi.

Manusia memiliki pilihan akhir yang didasari pada plihan-pilihan sebelumnya. Setiap pilihan yang diambil akan berpengaruh pada pilihan akhir manusia. Pilihan akhir manusia adalah kematian atau kehidupan yang lebih panjang. Karena setelah kematian, tidak ada kesempatan lagi bagi manusia untuk memilih. Pilihan ini tergantung dari pilihan sebelumnya, misalnya dalam pola makan, pola istirahat, pola olahraga, pola berpikir, dan banyak hal lain yang mempengaruhi pilihan akhir manusia. Kematian seseorang pada suatu masa, dipengaruhi oleh pilihan yang dipilih orang tersebut di masa lalu.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home