Kenapa gw suka tidur malem??
1. bisa merasakan dunia yang ngga dirasakan manusia pada umumnya.
2. meresapi dunia nokturnal.
3. merasakan aura gaib yang hanya muncul ketika kegelapan menyelimuti bumi.
4. menapaki jejak-jejak pertapa yang selalu semedi di malam hari.
5. menikmati hawa kelam dan suram di tengah malam.
6. mencoba bersahabat dengan makhluk-makhluk malam.
yang tadi cuma bercanda, ngga mungkin lah gw begitu.
in fact, gw emang suka tidur malem, ngga pernah disengaja, kalaupun disengaja malah ngantuk trus tidur cepet. Selalu ada alasan yang membuat gw tidur larut, yang hanya bisa disadari ketika gw bangun besoknya. Mungkin ngga hanya gw, jelas, ada beberapa yang begitu karena gw juga, diajak, ataupun terajak untuk tidur malem. Banyak juga yang komentar, ngelarang, ngasih nasehat, seperti ngelarang buang puntung rokok di SPBU pun ada...
pendapat seorang ahli begadang:
1. Gw yakin orang suka tidur karena setiap orang butuh tidur, bukan karena tidur enak. Seperti makan, kalo orang ngga butuh makan dan bisa hidup seperti biasa, untuk apa orang makan, dan kyanya ngga banyak orang yang suka makan. Untuk apa membeli barang bahkan menyukainya kalo kita bisa hidup tanpa barang tsb? Memang kita butuh tidur, oleh karena itu kita suka tidur, lalu bagaimana dengan orang yang ngga suka tidur, tentunya mereka punya alasan masing-masing.
2. Manusia hidup di 2 alam, alam mimpi dan alam nyata.
Kalo tidur, kadang-kadang kita mimpi. Tapi semua orang ngga ada yang tau apakah orang yang tidur selamanya [baca:mati] bisa bermimpi. Kalo dipikir2, mimpi+kenyataan=hidup. Artnya kalau tidur berarti itu kesempatan kita bermimpi, yang ngga mimpi berarti rugi. Kalo bangun, kesempatan kita berkarya di alam nyata, yang ngga berkarya berarti rugi. Bukan masalah untung ruginya, tapi gw yakin hidup manusia terbatas, segalanya terbatas kecuali pencipta keterbatasan itu sendiri.
Anggap hidup kita diukur dengan satuan tahun, 100 misalnya. 100 tahun berlaku untuk waktu nyata dan waktu mimpi diukur ketika kita hidup dari sudut pandang alam nyata orang lain. Kalo kita menghabiskan waktu untuk tidur sebanyak 50 tahun, makan waktu untuk berkarya kita berkurang 50 tahun.
Makin banyak tidur, makin sedikit waktu kita untuk berkarya, sedangkan tak ada kata kompromi untuk keterbatasan, habis pada waktunya, diam pada saatnya, kita mati.
3. Kesempatan datang disaat tak terduga, kenyataan tak berbisik..
Kesempatan, seperti namanya yang sangat subjektif, dimana semua tergantung di pengindera kesempatan, ketika ia melihat makan kesempatan itu ada, ketika ia melewatkannya, maka tak ada sebuah ketidaksempatan, betul kan?
Kita ubah sudut pandang kita, menjadi sang mahatau. Ketika kesempatan itu datang, manusia tidur, ketika kesempatan itu pergi manusia bangun. Mengapa manusia masih bisa berkata itu kesempatan? [meskipun tak ada satupun yang sempat menangkapnya]
Jadi mengapa harus tertidur ketika kesempatan mengharuskan kita untuk tetap terjaga untuknya?
sekarang, ketika gw nulis artikel ini, waktu menunjukkan pukul 4.46 pagi, rabu subuh, menunggu kesempatan, memanfaatkan hidup, mengalahkan jasmani, sendiri. Terjaga.
2. meresapi dunia nokturnal.
3. merasakan aura gaib yang hanya muncul ketika kegelapan menyelimuti bumi.
4. menapaki jejak-jejak pertapa yang selalu semedi di malam hari.
5. menikmati hawa kelam dan suram di tengah malam.
6. mencoba bersahabat dengan makhluk-makhluk malam.
yang tadi cuma bercanda, ngga mungkin lah gw begitu.
in fact, gw emang suka tidur malem, ngga pernah disengaja, kalaupun disengaja malah ngantuk trus tidur cepet. Selalu ada alasan yang membuat gw tidur larut, yang hanya bisa disadari ketika gw bangun besoknya. Mungkin ngga hanya gw, jelas, ada beberapa yang begitu karena gw juga, diajak, ataupun terajak untuk tidur malem. Banyak juga yang komentar, ngelarang, ngasih nasehat, seperti ngelarang buang puntung rokok di SPBU pun ada...
pendapat seorang ahli begadang:
1. Gw yakin orang suka tidur karena setiap orang butuh tidur, bukan karena tidur enak. Seperti makan, kalo orang ngga butuh makan dan bisa hidup seperti biasa, untuk apa orang makan, dan kyanya ngga banyak orang yang suka makan. Untuk apa membeli barang bahkan menyukainya kalo kita bisa hidup tanpa barang tsb? Memang kita butuh tidur, oleh karena itu kita suka tidur, lalu bagaimana dengan orang yang ngga suka tidur, tentunya mereka punya alasan masing-masing.
2. Manusia hidup di 2 alam, alam mimpi dan alam nyata.
Kalo tidur, kadang-kadang kita mimpi. Tapi semua orang ngga ada yang tau apakah orang yang tidur selamanya [baca:mati] bisa bermimpi. Kalo dipikir2, mimpi+kenyataan=hidup. Artnya kalau tidur berarti itu kesempatan kita bermimpi, yang ngga mimpi berarti rugi. Kalo bangun, kesempatan kita berkarya di alam nyata, yang ngga berkarya berarti rugi. Bukan masalah untung ruginya, tapi gw yakin hidup manusia terbatas, segalanya terbatas kecuali pencipta keterbatasan itu sendiri.
Anggap hidup kita diukur dengan satuan tahun, 100 misalnya. 100 tahun berlaku untuk waktu nyata dan waktu mimpi diukur ketika kita hidup dari sudut pandang alam nyata orang lain. Kalo kita menghabiskan waktu untuk tidur sebanyak 50 tahun, makan waktu untuk berkarya kita berkurang 50 tahun.
Makin banyak tidur, makin sedikit waktu kita untuk berkarya, sedangkan tak ada kata kompromi untuk keterbatasan, habis pada waktunya, diam pada saatnya, kita mati.
3. Kesempatan datang disaat tak terduga, kenyataan tak berbisik..
Kesempatan, seperti namanya yang sangat subjektif, dimana semua tergantung di pengindera kesempatan, ketika ia melihat makan kesempatan itu ada, ketika ia melewatkannya, maka tak ada sebuah ketidaksempatan, betul kan?
Kita ubah sudut pandang kita, menjadi sang mahatau. Ketika kesempatan itu datang, manusia tidur, ketika kesempatan itu pergi manusia bangun. Mengapa manusia masih bisa berkata itu kesempatan? [meskipun tak ada satupun yang sempat menangkapnya]
Jadi mengapa harus tertidur ketika kesempatan mengharuskan kita untuk tetap terjaga untuknya?
sekarang, ketika gw nulis artikel ini, waktu menunjukkan pukul 4.46 pagi, rabu subuh, menunggu kesempatan, memanfaatkan hidup, mengalahkan jasmani, sendiri. Terjaga.

1 Comments:
poin 2:
yg pernah gue denger, kita tidur selama kurang lebih 1/3 waktu hidup kita, atau bisa dibilang kita awake kurang lebih cuma 2/3 dari umur kita.
(Yang it means gue baru hidup "sehidup-hidupnya" selama 14 tahun, dan si empunya blog baru "hidup" selama 12 tahun =P)
Hmmm...sebenernya, gue baru mau nulis tentang poin 2 ini buat blog gue, tapi ternyata udah diduluin sama si bapak ini...ya sudahlah...hehehe...
Post a Comment
<< Home