Saturday, October 14, 2006

Psyhur 2006

Pagi tadi gw ikutan acara Psyhur yang diadain sama temen-temen di Psikologi. Psyhur itu maksudnya acara sahur bareng dan acara amal ke orang-orang jalanan dengan membagikan makanan sahur ke mereka.

Dulu Psyhur memang diadakan dan merupakan program kerja Senat, tapi sejak tahun 2005 Psyhur tidak diadakan oleh senat karena dilihat dari isi acaranya dianggap bukan tanggung jawab senat, dan atas evaluasi yang kurang baik dari panitia sebelumnya.

Psyhur tahun ini termasuk dadakan, namun tidak disangka dapat mengundang banyak partisipan baik yang melaksanakan ibadah puasa maupun simpatisan yang tergerak untuk pengabdian ke masyarakat.

Hal yang selalu disayangkan ketika acara sahur on the road adalah ketika amal baik kita dimanfaatkan oleh orang-orang yang berkepentingan dan sebenarnya kurang membutuhkan. memang panitia sudah berusaha mencari lokasi strategis dari acara ini, namun tetap saja lokasi tersebut sudah didominasi oleh orang-orang (baca:orang jalanan) yang sudah menunggu, berpura-pura membutuhkan makanan namun sebenarnya makanan yang kita bagikan akan dia jual kembali untuk kepentingan pribadinya.

dalam beramal, memang dibutuhkan 2x bertindak setelah 1x berpikir, namun jikalau pengalaman kita menunjukkan bahwa dengan ke-impulsif-an amal kita, nantinya akan ada orang yang masih memerlukan bantuan, tidak tersentuh karena usaha kita yang kurang maksimal.

selain itu kendala lain adalah ketika di jalan kita bertemu dengan rombongan sahur on the road lain. Kendala ini praktis tidak dapat diatasi, namun seandainya panitia sudah menyiapkan jalur komando yang jelas dan koordinator lapangan yang taktis, maka masalah ini tidak akan terlalu bermasalah. jika tidak bisa saja terjadi kemacetan, putusnya rombongan, dan kecelakaan lain yang menghambat acara.


saran gw sih, kalau tahun depan akan diadakan psyhur, sebaiknya di awal bulan puasa, dimana yang gembel adalah yang benar-benar gembel, dan rombongan lain masih asik sahur di rumah, belum tergerak untuk sahur on the road. Korlap dan koordinasi melalui komunikasi juga harus rapi, briefing benar-benar menjelaskan rute, dan metode iring-iringan di jalan. Ingat kita bukan massa yang serampangan ngobrak-abrik jalan, naek mobil kapnya dibuka, naik motor ngga pake helm, bukan! Terakhir jadikan psyhur sebagai refleksi diri juga, disamping beramal kita juga menyadari karunia berlebih yang kita terima, anugerah yang tidak didapatkan oleh semua orang, sebagai bekal hidup kita untuk selalu dalam bimbinganNya.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home