Djajaprana
kemaren malam gw diajak adik gw nonton teater, yang main Teater Putri Santa Ursula (TPSU), ini ekskul adik gw di sekolahan. Mereka memainkan judul "Djajaprana".
Kisahnya berinsight banget untuk gw. Dengan latar belakang budaya bali di kerajaan buleleng, Djajaprana adalah seorang panglima perang gagah dan hebat dalam pertempuran. Meskipun bukan dari kasta satria, kehebatannya diakui di seluruh Bali. Kisahnya menjadi kompleks ketika Djajaprana menyukai seorang gadis yakni Layon Sari, yang ternyata juga disukai oleh Raja Buleleng. Dengan intrik politik berlandaskan gairah nafsu, Raja Buleleng merencanakan pembunuhan Djajaprana agar Layon Sari bisa menjadi milik sang Raja.
Djajaprana diperintahkan untuk menuju ke medan peperangan yang sebenarnya hanyalah intrik dari Raja. Dalam peperangan itu direncanakanlah pembunuhan Djajaprana. Pada awalnya Djajaprana mencurigai kebenaran berita bahwa musuh menyerang dan dia harus berangkat perang, namun karena kesetiaannya pada Raja, diapun berangkat.
Ketika di tengah perjalanan, Djajaprana menyadari bahwa musuh tidaklah nampak dan peperangan ini hanyalah intrik dari raja. Djajaprana juga menyadari bahwa karena Layon Sari yang cantik, Raja hendak menyingkirkan dirinya, maka Djajaprana meminta untuk dibunuh demi kesetiaanya pada Raja. Djajaprana pun mati demi kesetiaan dan pengorbanan pada raja.
Setelah Djajaprana mati, maka Rajapun mendekati Layon Sari. Ketika Layon Sari mengetahui kekasihnya Djajaprana mati karena rencana Raja, Layon Saripun bunuh diri dan kemudian Raja pun mati dibunuh pelayan Layon Sari.
Pesan yang didapat dari cerita ini adalah bahwa Harta, Tahta dan Wanita selalu menjadi cerita, namun kesetiaan dan pengorbanan Djajaprana menjadi teladan tentang makna kepahlawanan yang sesungguhnya. Cie.. keren banget nih bahasanya..
Kisahnya berinsight banget untuk gw. Dengan latar belakang budaya bali di kerajaan buleleng, Djajaprana adalah seorang panglima perang gagah dan hebat dalam pertempuran. Meskipun bukan dari kasta satria, kehebatannya diakui di seluruh Bali. Kisahnya menjadi kompleks ketika Djajaprana menyukai seorang gadis yakni Layon Sari, yang ternyata juga disukai oleh Raja Buleleng. Dengan intrik politik berlandaskan gairah nafsu, Raja Buleleng merencanakan pembunuhan Djajaprana agar Layon Sari bisa menjadi milik sang Raja.
Djajaprana diperintahkan untuk menuju ke medan peperangan yang sebenarnya hanyalah intrik dari Raja. Dalam peperangan itu direncanakanlah pembunuhan Djajaprana. Pada awalnya Djajaprana mencurigai kebenaran berita bahwa musuh menyerang dan dia harus berangkat perang, namun karena kesetiaannya pada Raja, diapun berangkat.
Ketika di tengah perjalanan, Djajaprana menyadari bahwa musuh tidaklah nampak dan peperangan ini hanyalah intrik dari raja. Djajaprana juga menyadari bahwa karena Layon Sari yang cantik, Raja hendak menyingkirkan dirinya, maka Djajaprana meminta untuk dibunuh demi kesetiaanya pada Raja. Djajaprana pun mati demi kesetiaan dan pengorbanan pada raja.
Setelah Djajaprana mati, maka Rajapun mendekati Layon Sari. Ketika Layon Sari mengetahui kekasihnya Djajaprana mati karena rencana Raja, Layon Saripun bunuh diri dan kemudian Raja pun mati dibunuh pelayan Layon Sari.
Pesan yang didapat dari cerita ini adalah bahwa Harta, Tahta dan Wanita selalu menjadi cerita, namun kesetiaan dan pengorbanan Djajaprana menjadi teladan tentang makna kepahlawanan yang sesungguhnya. Cie.. keren banget nih bahasanya..

0 Comments:
Post a Comment
<< Home